Wednesday, February 21st, 2024

Bek Sayap Manchester United Bersaing Ketat Mengesankan Ralf Rangnick

Formasi baru yang diterapkan Rangnick membuat Wan-Bissaka dan Shaw, bisa terpinggirkan dari skuad inti.

Pertandingan pertama Ralf Rangnick, sebagai manajer sementara Manchester United nyaris berjalan baik. Meski, Setan Merah mampu mengalahkan mampu mengalahkan Crystal Palace, satu gol tanpa balas.

Rangnick, cuma satu kali menggelar sesi latihan untuk melawan Crystal Palace. Ia bertemu dengan skuad Manchester United, pada Jumat atau dua hari sebelum pertandingan kontra The Eagles.

Para pemain sedikit banyak sudah paham dengan ide dan filosofi permainan Rangnick. Skuad Manchester United tampil menekan dan mampu tidak kebobolan di kandang setelah terakhir kali terjadi pada April lalu.

Bila saat dipegang Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United memakai formasi 4-2-3-1, Rangnick memilih formasi yang berbeda. Ia memakai 4-2-2-2, sehingga menimbulkan pertanyaan pemain mana bisa berkembang dengan formasi baru tersebut.

Legenda Manchester United Rio Ferdinand, menyebut ada dua pemain dapat tersisih dari formasi yang diterapkan Rangnick. Satu di antaranya adalah Aaron Wan-Bissaka.

“Saya harus jujur, Wan-Bissaka mendapat pekerjaan yang sangat berat untuk kembali ke tim ini. Hal yang sama untuk Luke Shaw. Mereka berdua punya pekerjaan yang luar biasa,” kata Ferdinand, dalam siniar 5ive.

“Satu hal yang disukai manajer ini adalah bek sayap yang benar-benar bisa bermain dan menguasai bola,” pria berusia 43 tahun tersebut menambahkan.

Sistem Rangnick membutuhkan bek sayap untuk maju dan memberikan ancaman serangan dari area yang luas. Terutama ketika gelandang serangnya Manchester United masuk menghubungkan permainan.

Taktik seperti itu, bukan sesuatu yang baru di dunia sepakbola. Akan tetapi, bagi skuad Manchester United, berbeda karena saat dipegang Solskjaer, tidak diterapkan.

“Dia [Wan-Bissaka] tidak diminta untuk membantu ke depan dalam awal kariernya. Dia masih memiliki waktu dan kami memberikannya. Dalam satu atau dua tahun, Anda akan melihat full back top,” ucap Ole, pada awal tahun ini.

Rangnick, tidak punya waktu untuk menunggu, meski Wan-Bissaka satu di antara bek sayap terbaik pada Liga Primer Inggris, karena hebat dalam duel satu lawan satu. Kelemahan pemain Inggris tersebut kesulitan ketika ditugaskan mengirim umpan silang ke daerah pertahanan sekitar kotak penalti.

Ada Diogo Dalot, yang punya keahlian dalam menyerang dan bisa menggantikan peran Wan-Bissaka. Rangnick pun sudah mempercayakan pemain berumur 22 tahun itu bermain.

Dalam dua pertandingan terakhir di Liga Primer Inggris, Dalot selalu tampil dari menit awal. Bermain menjadi starter menjadi yang pertama untuknya setelah terakhir kali terjadi pada April 2019.

Memang, Dalot absen di laga versus Young Boys, pada Liga Champions, kemarin (8/12). Rangnick sengaja mengistirahatkannya karena partai tersebut sudah tidak menentukan karena Manchester United sudah lolos ke 16 besar.

Dalot tampil bagus saat menggantikan Wan-Bissaka yang cedera melawan Arsenal. Penampilannya makin mantap ketika Manchester United menghadapi Crystal Palace.

Momen terbaik Dalot, terjadi pada pertengahan babak pertama saat mengirimkan umpan silang untuk Cristian Ronaldo. Meski tidak terjadi gol, ia menunjukkan kelebihan yang tidak dipunya Wan-Bissaka.

Sebetulnya, Dalot mempunyai kemampuan menyerang yang lebih baik dibanding Wan-Bissaka. Ia terpinggirkan karena ada rumor yang menyebut Solskjaer enggan merotasi pemain favoritnya meski bermain buruk.

Era Solskjaer, sudah tamat di Manchester United dan Rangnick yang memegang kendali. Dalot bisa menjadi pilihan utama di bek kanan karena secara statistik operan silang yang dilakukannya lebih baik dari Wan-Bissaka.

Mendapat menit bermain yang lebih lama, bisa menjadi alasan Dalot tetap bertahan di Manchester United. AS Roma, dikabarkan tertarik untuk meminjamnya pada bursa transfer pemain Januari mendatang.

“Bukan rahasia lagi bahwa sulit ketika Anda tidak bermain sebanyak yang Anda inginkan. Tapi itu tugas kami untuk bersiap-siap, dan saya sudah melakukannya selama beberapa bulan terakhir, terutama musim ini. Saya siap ketika tiba saatnya untuk memberikan segalanya di lapangan,” tutur Dalot.

“Bantu tim, itu hal terpenting, dan saya sangat senang memiliki momentum ini dan berada di luar sana bersama tim.” Dalot melanjutkan.Artikel dilanjutkan di bawah ini

Beralih ke sektor pertahanan sebelah kiri, Shaw lebih berpeluang untuk mempertahankan tempatnya di bawah Rangnick. Walau Alex Telles, tampil mengesankan dan memiliki menyerang sehingga efektif dalam formasi baru Manchester United.

Musim ini Shaw, kurang mantap padahal di musim sebelumnya penampilannya sangat oke. Ia mesti berjuang keras baik ketika latihan dan bertanding agar posisinya tidak digeser Telles.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *